Jumat, 25 Desember 2009

Siapa aku?

 Aku adalah seorang ibu rumah tangga dengan 4 orang anak, 2 anak laki - laki dan 2 anak perempuan. Suamiku hanya seoarang Sales material. Dia seorang pekerja keras.
Kehidupan rumah tanggaku biasa - biasa saja sama seperti rumah tangga yang lain.
Keluargaku termasuk keluarga yang sederhana namun kami selalu bahagia dan menikmati hidup ini dengan penuh rasa syukur
.
Aktifitasku sehari - hari selain mengurus rumah, membimbing anak bungsuku belejar, mengantarkannya les dan ke sekolah. Di sela-sela kesibukanku, aku juga berjualan pulsa dan rajin teraphi. Semua itu kulakukan dengan senang hati, sehingga aku tidak merasa lelah
.
Di keluargaku, kami sekeluarga saling berbagi tugas. Jadi antara aku, suami dan anak - anak punya tugas sendiri -sendiri. Semua pekerjaan dalam rumah kami kerjakan bersama sesuai tugas masing - masing, karena kami tidak mempunyai pembantu.
Hal ini malah membuat hubungan antar anggota keluarga jadi erat.

Di saat - saat santai, kami sekeluarga nonton TV  bersama. Karena kami memang hanya punya 1 pesawat TV, terkadang kami jadi suka berebut ingin nonton acara favorit kami masing - masing. Kalau sudah begini, biasanya suka terjadi pertengkaran kecil.
Tapi tidak berlangsung lama, setelah itu kami sudah dapat bercanda kembali.

Tidak terasa sudah 25 tahun usia perkawinanku.
Anak - anak sudah mulai dewasa. Anak pertama dan ke duaku sudah beranjak dewasa, yang ke tiga masih remaja dan si bungsu baru 9 tahun.
Dari ke empat orang anakku, hanya si bungsulah yang sering bersamaku.

Aku sangat bersyukur karena tanpa si bungsu mungkin hidupku ini akan sepi.
Karena si bungsu, semangat hidupku bergairah kembali. Aku merasa hidupku ini masih berarti, karena ada seseorang masih membutuhkan aku.

Di usiaku yang sudah kepala empat ini, aku merasa jadi orang yang paling beruntung.
Karena aku masih di beri kesehatan lahir dan bathin. Aku masih kuat mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sendiri, masih kuat berjalan jauh dan masih dapat mengingat juga menghafal pelajaran sekolah si bungsu.

Alhamdulillah puji syukur padaMU ya ALLAH, atas semua rahmat serta karuniaMU ini.
Seandainya hidupku ini bermanfaat bagi orang - orang yang aku cintai, maka panjangkanlah umurku. Berikanlah aku kesehatan dan kesempatan untuk dapat mengantarkan anak - anakku
menuju ke suksesannya.

Rasanya aku ingin hidup seribu tahun lagi.
Ternyata merasa di butuhkan oleh orang lain dapat menjadi semangat hidup buat kita.
Sampai kapan ya...perasaan seperti ini ada? Aku tidak berani membayangkan bila suami dan anak - anakku tidak membutuhkan aku lagi.
Masih berartikah aku buat mereka?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar